Cara Mengobati Anemia Untuk Selamanya

72 views

Mengobati anemia agar tidak kambuh lagi merupakan langkah terbaik. Dengan melihat beberapa faktor penyebab anemia maka kita bisa memberikan pengobatan yang sesuai.

Cara Mengobati Anemia Untuk Selamanya

Cara Mengobati Anemia Untuk Selamanya

Apa Itu Aneima ?

Anemia adalah kondisi tubuh saat kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke dalam seluruh tubuh.

Karena pasokan oksigen yang masuk menjadi kurang akibatnya tubuh akan menjadi letih dan lemas, aktivitas  menjadi tidak optimal.

Gangguan kurang sel darh merah atau anemia ini bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama namun ada juga yang hanya dalam waktu pendek.

Untuk pengobatan tergantung pada penyebab awal kenapa bisa terkena anemia. Anemia bisa di obati dengan suplemen secara rutin atau bisa juga dengan pengobatan kusus.

Gejala Anemia

Mereka yang terkena anemia hampir keseluruhan memiliki ciri yang sama, kondisi tubuh menjadi letih dan lemas. adapun gejala anemia secara umum yang lain seperti berikut ini :

  • Badan terasa lemas dan cepat lelah.
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Napas pendek.
  • Pusing dan berkunang-kunang.
  • Nyeri dada.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Sakit kepala.
  • Sulit Berkonsentrasi.
  • Insomnia.
  • Kaki kram.

Pada awalnya, gejala anemia sering kali tidak disadari oleh penderita. Gejala anemia akan semakin terasa apabila kondisi yang diderita semakin memburuk. Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan jika seseorang kerap merasakan lelah tanpa sebab yang jelas.

Penyebab Terjadinya Anemia

Kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin menjadi faktor utama seseorang bisa terkana anemia.

Dalam kasus gangguan anemia ini menurut ilmu kedokteran (Alodokter.com) terbagi menjadi 400 kondisi yang menyebabkan terjadinya anemia kemudian dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

  1. Tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah.
  2. Terjadi perdarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan darah lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk memproduksi darah.
  3. Kelainan pada reaksi tubuh dengan menghancurkan sel darah merah yang sehat.

Baca: Cara Mudah Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Anak

Jenis-jenis anemia bedasarkan penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya anemia di bagi menjadi beberapa bagian seperti berikut :

1. Anemia Karena Kuranga Zat Besi

Kekurangan zat besi ini adalah penyebaba utama yang dialami pendrita anemia di seluruh dunia. Karena jumlah zat besi yang sedikit membuat sum-sum tulang belakang tidak bisa memperoduksi sel darah merah secara optimal.

Cara mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi suplemen penambah zat besi di tambah dengan mengkonsumsi daun bayam.

2. Anemia Karene Kurang Vitamin

Selain membutuhkan zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin B12 dan asam folat untuk membuat sel darah merah.

Kekurangan dua unsur nutrisi tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah cukup sehingga terjadi anemia.

Pada beberapa kasus, terdapat penderita anemia akibat lambung tidak dapat menyerap vitamin B12 dari makanan yang dicerna. Kondisi tersebut dinamakan anemia pernisiosa.

3. Anemia Karena Penyakit Kronis

Dalam kasus ini anemia disebabkan kerena penderita sendiri sudah terkena penyakir kronis sehingga proses pembentukan sel darah merah menajadi tidak optimal.  Contoh penyakit kronis adalah HIV/AIDS.

4. Jenis Anemia Plastik

Anemia aplastik merupakan kondisi yang langka terjadi namun berbahaya bagi hidup penderita. Pada anemia aplastik, tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah dengan optimal. Anemia aplastik dapat disebabkan oleh infeksi, efek samping obat, penyakit autoimun, atau paparan zat kimia beracun.

5. Anemia akibat penyakit sumsum tulang.

Beberapa penyakit seperti leukemia atau mielofibriosis dapat mengganggu produksi sel darah merah di sumsum tulang dan menimbulkan anemia.

Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi, dari ringan hingga berbahaya.

6. Anemia hemolitik.

Anemia hemolitik terjadi pada saat sel darah merah dihancurkan oleh tubuh lebih cepat dibanding waktu produksinya.

Beberapa penyakit dapat mengganggu proses dan kecepatan penghancuran sel darah merah. Anemia hemolitik dapat diturunkan secara genetik atau bisa juga didapat setelah lahir.

7. Anemia sel sabit (sickle cell anemia).

Anemia ini bersifat genetis dan disebabkan oleh bentuk hemoglobin yang tidak normal sehingga menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit, bukan bulat bikonkaf seperti sel darah merah Sel darah merah berbentuk sabit memiliki waktu hidup lebih pendek dibanding sel darah merah normal.

Gejala yang dialami oleh penderita anemia sel sabit adalah:

  • Kelelahan.
  • Mudah terkena infeksi.
  • Nyeri tajam pada bagian sendi, perut, dan anggota gerak.
  • Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak.

Anemia jenis lain, yang disebabkan oleh thalassemia atau penyakit malaria.

Cara Mengobati Anemia

Berdasarkan 7 jenis anemia di atas maka pengobatan yang tepat sangat di anjurkan sesuai dengan faktor penyebab anemia agar anemia bisa cepat di sembuhkan.

 

Anemia akibat kekurangan zat besi.

Anemia jenis ini dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen penambah zat besi, serta memperbanyak konsumsi makanan yang kaya zat besi. Selain itu, pasien juga dapat diberikan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi. Perlu diperhatikan bahwa suplemen yang mengandung kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi.Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen penambah zat besi untuk mendapatkan dosis yang tepat. Kelebihan zat besi pada tubuh dapat berbahaya bagi pasien karena dapat menimbulkan kelelahan, mual, diare, sakit kepala, penyakit jantung dan nyeri sendi. Untuk meringankan efek samping dari konsumsi suplemen zat besi, pasien dapat mengonsumsi suplemen setelah makan. Jika efek samping berlanjut segera temui dokter kembali.

Anemia akibat kekurangan vitamin.

Anemia jenis ini dapat diobati dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan vitamin B12, serta mengonsumsi suplemen yang mengandung keduanya. Jika tubuh pasien memiliki gangguan penyerapan asam folat dan vitamin B12, pengobatan dapat melibatkan injeksi vitamin B12 setiap hari. Setelah itu pasien akan diberikan injeksi vitamin B12 setiap bulan satu kali yang dapat berlangsung sepanjang hidup atau tergantung kepada kondisi pasien.
Anemia akibat penyakit kronis. Tidak ada pengobatan yang spesifik pada jenis ini karena tergantung pada penyakit yang mendasari terjadinya anemia. Jika anemia bertambah parah, dokter dapat memberikan transfusi darah atau injeksi eritropoietin, yaitu suatu hormon peningkat produksi darah dan penghilang rasa lelah.

Anemia akibat perdarahan.

Jika seseorang mengalami perdarahan dan kehilangan darah dalam jumlah banyak, pengobatan utama yang harus dilakukan adalah mencari dan mengobati sumber perdarahan. Setelah sumber perdarahan diatasi, pasien dapat diberikan transfusi darah, oksigen, dan suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin.
Anemia Aplastik. Pengobatan anemia aplastik dapat diawali dengan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Jika diperlukan, dapat dilakukan pencangkokan sumsum tulang apabila sumsum tulang tidak bisa lagi memproduksi sel darah merah yang sehat.

Anemia akibat penyakit sumsum tulang.

Pengobatan anemia jenis ini dapat bervariasi sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. Pengobatan dapat melibatkan kemoterapi dan pencangkokan sumsum tulang.

Anemia Hemolitik.

Penanganan anemia hemolitik dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung faktor penyebabnya. Penanganan bisa dengan menghindari obat-obatan yang memiliki efek samping hemolisis, dengan mencari dan mengobati infeksi yg menjadi penyebab hemolitik, atau dengan imunosupresan untuk menekan sistem imun yang diduga merusak sel darah.

Anemia sel sabit (sickle cell anemia).

Pengobatan utama anemia sel sabit adalah dengan mengganti sel darah merah yang hancur melalui transfusi darah, suplemen asam folat, dan antibiotik. Pengobatan lainnya adalah dengan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit serta menambahkan cairan melalui oral maupun intravena untuk mengurangi nyeri dan menghindari komplikasi. Pencangkokan sumsum tulang dapat digunakan untuk mengobati anemia sel sabit pada kondisi tertentu. Obat untuk kanker hidroksiurea dapat juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit.

Thalassemia.

Thalassemia dapat diobati melalui transfusi darah, konsumsi suplemen asam folat, splenektomi untuk mengambil limpa, serta pencangkokan sel punca darah dan sumsum tulang.

Pencegahan Anemia

Beberapa jenis anemia tidak dapat dihindari, akan tetapi anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin dan zat besi dapat dicegah dengan cara mengatur pola makan. Beberapa makanan yang dapat membantu mencegah anemia antara lain adalah:

  • Makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering.
  • Makanan yang kaya akan asam folat, seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau gelap, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, gandum, sereal, pasta, dan nasi.
  • Makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti daging, susu, keju, sereal, dan makanan dari kedelai (tempe atau tahu).
  • Makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, merica, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Makanan-makanan tersebut dapat membantu penyerapan zat besi.

Top : 6 Cara Mudah Mengobati Rematik

Penutup

Agar anda terhindar dari anemia, saran terbaik adalah memenuhi kebuhan gizi tubuh anda. pastikan semua nutrisi yang masuk kedalam tubuh menjadi cukup. Dengan demikian anda akan terhindar dari gejala anemia. Jika artikel Cara Mengobati Anemia Untuk Selamanya ini bermanfaat menurut anda, silahkan bagikan ke teman dan saudara anda. siapa tau mereka membutuhkan informasi pengobatan anemia ini.

Artikel Lain:

Leave a reply "Cara Mengobati Anemia Untuk Selamanya"

Author: 
    author